SEI telah menggabungkan area proses kunci

SEI telah menggabungkan area proses kunci

SEI telah menggabungkan area proses kunci

SEI telah menggabungkan area proses kunci

kematangan. KPA menggambarkan fungsi – fungsi rekayasa perangkat lunak yang harus ada untuk memenuhi praktek yang baik pada suatu tingkat tertentu. Setiap KPA digambarkan dengan mengidentifikasikan ciri – ciri sebagai berikut :

a. Tujuan – objektif keseluruhan yang harus dicapai oleh KPA.

b. Komitmen – kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan, dan yang membuktikan dari maksud mencapai tujuan.

c. Kemampuan – hal – hal tersebut harus ada yang akan memungkinkan organisasi untuk memenuhi komitmennya.

d. Aktivitas – tugas – tugas khusus yang dibutuhkan untuk mencapai fungsi – fungsi dari KPA.

e. Metode untuk memonitor informasi – sikap dimana kegiatan dimonitor pada saat dipakai.

f. Metode – metode untuk memverifikasi informasi – sikap dimana praktek yang sesuai untuk KPA diverifikasi.

Model – Model Proses Perangkat Lunak

Untuk menyelesaikan masalah didalam suatu industri, rekayasa perangkat lunak atau tim perekayasa harus menggabungkan strategi pengembangan yang melingkupi lapisan proses, metode, dan alat – alat bantu serta fase – fase generik yang telah dijelaskan sebelumnya. Strategi ini sering diacukan sebagai model proses atau paradigma rekayasa perangkat lunak. Model proses untuk rekayasa perangkat lunak dipilih berdasarkan sifat aplikasi dan proyeknya, metode dan alat – alat bantu yang akan dipakai, dan kontrol serta penyampaian yang dibutuhkan.

Racoon (RAC95) mengusulkan sebuah model “chaos” yang menggambarkan “perkembangan perangkat lunak sebagai sebuah kesatuan dari pemakai ke pengembang dan ke teknologi”. Pada saat kerja bergerak maju menuju sebuah system yang lengkap, keadaan yang digambarkan di atas secara rekursif diaplikasikan kepada kebutuhan pemakai dan spesifikasi teknis perangkat lunak pengembang.

Sumber : https://galleta.co.id/