Persamaan Akuntansi dan Debit Kredit

Persamaan Akuntansi dan Debit Kredit

Persamaan Akuntansi dan Debit Kredit

Persamaan Akuntansi dan Debit Kredit

Dasar dari akuntansi adalah persamaan akuntansi. Persamaan akuntansi dibuat untuk menunjukkan sumber dari aset yang dikelola entitas, dan mencerminkan prinsip kesatuan usaha. Pemahaman dalam persamaan akuntansi akan menentukan pemahaman mengenai penjurnalan debit kredit. Oleh karena itu, bagian ini merupakan bagian krusial yang benar-benar harus dipahami dalam mempelajari akuntansi. Berikut ini persamaan dasar akuntansi[3]:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

 

Persamaan di atas menunjukkan kondisi awal ketika entitas belum melakukan kegiatan usaha, dan dapat dibaca bahwa, aset (sumber daya) yang dikelola entitas asalnya dari; liabilitas (kewajiban kepada kreditur) dan ekuitas (kewajiban kepada pemilik). Dengan kata lain, dari sisi kreditur, liabilitas adalah hak kreditur atas aset entitas, sedangkan dari sisi pemilik, ekuitas adalah hak pemilik atas aset entitas. Persamaan ini menggunakan urutan liabilitas lebih dahulu daripada ekuitas, karena dalam konsep bisnis, kreditur memiliki hak untuk menagih miliknya lebih dulu daripada pemilik. Sebagai contoh, dalam kebangkrutan, entitas harus mengembalikan hak milik kreditur terlebih dahulu. Konsep ini membuat ekuitas juga dapat didefinisikan sebagai hak residual pemilik, atau disebut juga hak pemilik atas aset bersih (Aset – Liabilitas = Ekuitas). Selain itu, ekuitas dalam persamaan dasar ini sama dengan modal yang disetorkan oleh pemilik (Ekuitas = Modal).

Dalam akuntansi, ruas kiri dari persamaan disebut sebagai debit dan ruas kanan persamaan disebut sebagai kredit. Istilah debit berasal dari Bahasa Latin dẽbẽre (kata kerja) yang artinya adalah ‘mengutang’ atau meminjam. Sedangkan istilah kredit berasal dari Bahasa Latin crẽdere (kata kerja) yang artinya adalah mempercayai.

 

AsetLiabilitas + Ekuitas
Dr (Dẽbẽre) – DebitCr (Crẽdere) – Kredit
MeminjamMempercayai

 

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa aset yang dikuasai entitas asalnya dari meminjam, sedangkan liabilitas dan ekuitas menunjukkan bahwa kreditur dan pemilik mempercayai entitas untuk mengelola hak miliknya (liabilitas/hak milik kreditur dan ekuitas/hak milik pemilik). Oleh karena itu, jelas sekali bahwa debit kredit bukan merupakan suatu konsensus dan tidak dapat dibolak-balik.

Berdasarkan konsep bisnis, suatu entitas bisnis didirikan untuk melakukan usaha, yang mana hasil usaha dari entitas ini adalah milik dari pemilik. Dalam melakukan usaha, entitas mengeluarkan upaya untuk mendapatkan hasil. Dalam akuntansi, upaya ini disebut

sebagai biaya (dalam standar akuntansi disebut sebagai beban[4]), sedangkan hasil disebut sebagai pendapatan. Kinerja entitas bisnis (atau dapat disebut juga kinerja manajemen karena entitas bisnis dikelola oleh manajemen) dapat dilihat dari seberapa efektif dan efisien entitas tersebut mengeluarkan biaya untuk mendapatkan pendapatan. Efisiensi dan efektifitas ini dapat dilihat dari laba (selisih positif dari pendapatan dikurangi biaya) atau rugi (selisih negatif dari pendapatan dikurangi biaya). Setelah adanya kinerja, maka persamaan akuntansi dasar berubah menjadi persamaan ekstensi:

 

Aset = Liabilitas + Ekuitas

≈ Aset = Liabilitas + (Ekuitas + (Laba/-Rugi))

≈ Aset = Liabilitas + (Ekuitas + (Pendapatan – Biaya))

 

Baris pertama persamaan ekstensi di atas menunjukkan bahwa sebelum entitas melakukan kinerja, aset berasal dari liabilitas dan ekuitas (dalam hal ini ekuitas sama dengan modal). Baris kedua menunjukkan bahwa setelah entitas melakukan kinerja, aset yang dikelola entitas sekarang asalnya berubah karena penambahan karena laba atau pengurangan karena rugi. Berdasarkan prinsip kesatuan usaha, entitas bekerja untuk pemilik. Oleh karena itu, hasil kinerja positif entitas (laba) adalah hak dari pemilik dan hasil kinerja negatif dari entitas (rugi) adalah tanggung jawab pemilik, sehingga laba/rugi merupakan komponen yang menambah/mengurangi ekuitas. Jadi, ekuitas dalam persamaan ekstensi tidak lagi sama dengan modal (ekuitas = modal + laba/-rugi). Tanda kurung dalam persamaan ekstensi di atas hanya menunjukkan bahwa kinerja entitas merupakan hak/tanggung jawab pemilik. Sehingga peningkatan/penurunan aset yang dikelola entitas dalam ruas kiri berubah karena peningkatan/penurunan kinerja entitas yang merupakan hak/tanggung jawab pemilik dalam ruas kanan.

Selanjutnya, persamaan ekstensi akuntansi dijabarkan lagi:

 

Aset = Liabilitas + (Ekuitas + (Pendapatan – Biaya))

≈ Aset + Biaya = Liabilitas + Ekuitas + Pendapatan

 

Penjabaran persamaan di atas adalah penjabaran secara matematis. Secara matematis, jika suatu variabel negatif di ruas kanan dipindah ke ruas kiri, maka variabel tersebut akan menjadi positif. Persamaan di atas menunjukkan bahwa biaya yang merupakan variabel negatif di ruas kanan telah dipindah ke ruas kiri, sehingga dalam kedua ruas persamaan, seluruh variabel yang ada adalah positif. Dalam akuntansi, kelima variabel ini disebut sebagai elemen laporan keuangan.

Sekarang, jika ruas kiri adalah debit (Dr) dan ruas kanan adalah kredit (Cr), maka:

  • Aset dan biaya berada di sisi debit jika bertambah, dan
  • Liabilitas, ekuitas, dan pendapatan berada di sisi kredit jika bertambah.

Jika elemen-elemen persamaan akuntansi ini berkurang (negatif), maka agar menjadi positif, elemen-elemen ini harus dipindah ruaskan. Hal ini yang menjadi dasar bahwa dalam penjurnalan, tidak ada angka negatif, baik dalam debit maupun dalam kredit. Oleh karena itu, sebagai contoh, jika aset berkurang maka aset akan berada di sisi kredit (bukan negatif di sisi debit).

Konsep di atas ini mendasari penjurnalan dan pelaporan keuangan. Dalam penjurnalan, terdapat postulat yang merupakan representasi dari konsep persamaan akuntansi dan debit kredit yaitu,

  • Jurnal selalu dibuat berpasangan (double entry).
  • Setiap transaksi yang terjadi direpresentasikan dalam minimal satu elemen di ruas kiri (debit) dan satu elemen di ruas kanan persamaan (kredit).
  • Jumlah yang disajikan dalam ruas kiri selalu sama dengan ruas kanan.
  • Tidak ada jurnal yang menunjukkan angka negatif.

Berikut ini penggambaran penjurnalan berdasarkan konsep persamaan akuntansi dan debit kredit yang telah dijabarkan di atas,

  1. Suatu entitas mendapat pendapatan dari penjualan bangunan senilai Rp100.000.000
JurnalPenjelasan Konsep
Dr Aset (kas)               Rp100.000.000Cr     Aset (bangunan)           Rp100.000.000Dalam penjualan bangunan, entitas menjual bangunan (aset berkurang) oleh karena itu aset (bangunan) ada di sisi kanan (kredit), bukan negatif di sisi debit. Selain itu, entitas menerima kas (aset bertambah) oleh karena itu aset (kas) ada di sisi kiri (debit).
  1. Suatu entitas membeli mobil secara mencicil75.000.000, dan telah membayar tunai Rp5.000.000
JurnalPenjelasan Konsep
Dr Aset (mobil)                       Rp75.000.000Cr        Aset (kas)                    Rp5.000.000

Cr        Liabilitas (utang)          Rp70.000.000

 

Dalam pembelian mobil secara mencicil, entitas memperoleh mobil (aset bertambah) oleh karena itu aset ada di sisi kiri (debit). Pembelian mobil ini dilakukan secara mencicil namun entitas telah membayar tunai sebagian. Dalam pembayaran tunai, kas (aset) berkurang, oleh karena itu ada di sisi kanan (kredit). Selain itu, entitas harus mencatat utang dari pembelian mobil yang masih belum lunas (liabilitas bertambah), oleh karena itu ada di sisi kanan (kredit).

Akuntansi menyajikan informasi dalam bentuk laporan keuangan, karena pengguna akan lebih mudah membaca informasi keuangan dalam bentuk laporan, bukan dalam bentuk persamaan akuntansi. Oleh karena itu, persamaan akuntansi direpresentasikan dalam laporan keuangan sebagai berikut,

  • Neraca (Laporan Posisi Keuangan) merupakan representasi dari persamaan dasar, Aset = Liabilitas + Ekuitas.
  • Laporan Perubahan Ekuitas, menunjukkan perubahan ekuitas karena entitas melakukan kinerja yaitu, Ekuitas = Modal + Laba atau -Rugi
  • Laporan Laba/Rugi, menunjukkan kinerja entitas yaitu, Laba/Rugi = Pendapatan – Biaya

Ketiga laporan keuangan di atas saling berartikulasi merepresentasi persamaan ekstensi akuntansi seperti yang dapat dilihat dalam ilustrasi berikut,

Sumber : https://uptodown.co.id/