Peran Lembaga Asuransi

Peran Lembaga Asuransi

Peran Lembaga Asuransi

Peran Lembaga Asuransi

Dalam memberikan kredit kepada debitur, bank juga dapat memanfaatkan jasa dari Lembaga Asuransi untuk melindungi Kredit yang diberikan oleh debitur tersebut, contoh diatas Bank menggunakan Asuransi “A” dalam melindungi kredit yang diberikan kepada debitur, dengan nilai premi tertentu sesuai dengan nilai kredit yang dijamin. Dalam proses pemberian proteksi kepada suatu proyek (kredit) perusahaan asuransi dapat melakukan bekerja sama oleh perusahaan asuransi lainnya dalam hal “Risk Sharing” (berbagi resiko), atau dapat disebut juga dengan istilah Reasuransi. Reasuransi adalah istilah yang digunakan saat satu perusahaan asuransi melindungi dirinya terhadap resiko asuransi dengan memanfaatkan jasa dari perusahaan asuransi lain. Terdapat banyak alasan yang menyebabkan perusahaan asuransi melakukan reasuransi. Pembagian resiko adalah salah satu alasan reasuransi. dalam definisi lain reasuransi adalah Penyebaran risiko dimana perusahaan asuransi melimpahkan sebagian risikonya kepada perusahan reasuransi.

contoh diatas adalah kerjasama antara Asuransi “A” dengan Asuransi “B”, kesepakatan yang terjadi membagi prosentase atas kredit yang di proteksi (misalnya masing-masing perusahaan Asuransi menanggung 50% dari nilai tanggungan).

Sedangkan Retrosesi adalah pelimpahan resiko dari perusahan reasuransi kepada perusahan reasuransi lainnya.

Kesimpulannya :

Dari gambar yang saya sampaikan di awal, dapat dijelaskan alur dari perputaran uang yang terjadi dapat bermula dari adanya kebutuhan yang saling menguntungkan antara pihak-pihak yang memiliki dana yang berlebih dengan pihak-pihak yang membutuhkan dana, sehingga dibutuhkan adanya suatu sistem yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari pengelolaan dana masyarakat tersebut, adapun mekanisme perputaran uang tersebut dapat melalui beberapa cara yang dibantu oleh lembaga-lembaga keuangan baik lembaga perbankan / non-bank,  asuransi dan mekanisme pasar modal.

 Dengan adanya sistem yang mengatur tersebut, diharapkan dapat meningkatkan profit / keuntungan bagi pemilik modal dan di sisi lain dapat membantu pihak yang membutuhkan pendanaan dalam pengelolaan usahanya.

Sumber : https://belinda-carlisle.com/