Memperingati HUT ke-45 KORPRI, Kemendikbud Gelar Wayang Kulit

Memperingati HUT ke-45 KORPRI, Kemendikbud Gelar Wayang Kulit

Memperingati HUT ke-45 KORPRI, Kemendikbud Gelar Wayang Kulit

Kemendikbud — Kesenian wayang penuh dengan pelajaran nilai-nilai luhur bangsa Indonesia

yang harus diteladani masyarakat. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan pertunjukan wayang kulit di Plasa Insan Berprestasi Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (2/12/2016). Pergelaran tersebut menampilkan dalang Ki Enthus Susmono dengan lakon “Bima Ngaji”, dengan mengundang seniman komedi Kirun dan Yati Pesek.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi menyampaikan bahwa kesenian wayang sebagai warisan kebudayaan Indonesia yang diakui dunia internasional ini penuh dengan pelajaran nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

“Tokoh-tokoh pewayangan hakikatnya merupakan cermin sifat-sifat manusia

, yang tentu mempunyai nilai luhur yang tinggi,” ujar Didik saat memberikan sambutan sekaligus membuka pertunjukan wayang kulit ditandai dengan penyerahan lakon wayang Bima kepada dalang Ki Enthus Susmono.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid mengapresiasi dalang Ki Enthus Susmono yang telah memperkenalkan wayang kulit kepada dunia.

“Ini (memperkenalkan wayang kulit) sebetulnya peran Ditjen Kebudayaan yang didahului Pak Bupati (Ki Enthus Susmono), lebih dulu memperkenalkan wayang kulit kepada dunia,” kata Hilmar.

Prosesi pergelaran dibuka dengan tarian kreasi Irwan Riyadi. Kemudian dilanjutkan

dengan prosesi penyerahan tokoh wayang Bima oleh Didik Suhardi kepada Ki Enthus Susmono. Tokoh inilah yang dijadikan sebagai pemeran utama dalam pertunjukan.

Lebih dari 300 penonton memadati ruangan Plasa Insan Berprestasi menyaksikan pergelaran budaya yang jarang disaksikan di Jakarta. Sebagian besar penonton adalah masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar kantor Kemendikbud, dan pegawai Kemendikbud yang menyempatkan menikmati pergelaran wayang kulit.

Lakon “Bima Ngaji” menceritakan tentang salah satu tokoh Pandawa, Bima yang sedang menuntut ilmu Sangkan Paraning Dumadi atau Ilmu Kesempurnaan Hidup kepada Begawan Drona. Namun, kesungguhan hati Bima dimanfaatkan oleh Duryudana untuk menyingkirkan Bima. (Aji Shahwin/Nur Widiyanto)

 

Baca Juga :