Ide Indonesia soal Tukar Data G20

Ide Indonesia soal Tukar Data G20

Ide Indonesia soal Tukar Data G20

Pertemuan para menteri forum G20 di Jepang membahas inisiatif Data Free Flow with Trust atau DFFT

Inisiatif ini diajukan tuan rumah, yang juga didukung Indonesia.VIVA – Pertemuan para menteri forum G20 di Jepang membahas inisiatif Data Free Flow with Trust atau DFFT. Inisiatif ini diajukan tuan rumah, yang juga didukung Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, yang hadir sebagai salah satu perwakilan Indonesia, menegaskan dukungan tersebut. Usulan DFFT berupa adanya pertukaran data atau informasi berbagai sektor secara global. Menurutnya, inisiatif ini bisa menciptakan peluang kegiatan ekonomi baru dengan nilai miliar dolar AS.

“Dalam pertemuan teknis enam bulan terakhir, Indonesia aktif memberikan dukungan karena pertukaran data di antara negara G20 memiliki manfaat potensial membuat kolaborasi dan kemitraan akan lebih efektif,” kata Rudiantara, dalam pernyataannya, Minggu 9 Juni 2019.

Menurut Rudiantara

data merupakan aset bernilai dalam kehidupan sehari-hari. Dia menjelaskan Indonesia menyampaikan counter proposal untuk inisiatif ini.

Isi proposal tersebut adalah pelaksanaannya harus memperhatikan sejumlah aspek seperti masalah privasi, perlindungan data, hak atas kekayaan intelektual dan keamanan.

“Lebih jauh harus juga memperhatikan/menghormati legal framework, baik dalam negara anggota G20 maupun secara internasional dan harus hati-hati dalam memisahkan antara data pribadi dengan nonpribadi,” kata dia.

Rudiantara mengatakan, usulan Indonesia didukung pula negara lain G20 dengan penduduk berjumlah banyak. Rudiantara menyebutkan China, India, dan Arab Saudi mendukung counter proposal yang diajukan Indonesia.

Dalam pidato di forum tersebut

Rudiantara mengingatkan kembali komitmen anggota G20 mengenai ekonomi digital. Dia mengatakan, forum tersebut memiliki komitmen untuk memperkuat dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di masa mendatang. (ren) 

 

Artikel terkait :