Fiber Optik

Fiber Optik

 

Fiber Optik

Serat Optik bermula pada masa Victoria, ketika fisikawan John Tyndall menemukan cahaya yang dapat berjalan dalam garis lengkung dalam bahan air dengan jumlah refleksi internal.Prinsip ini digunakan untuk mencerahkan aliran air mancur. kemudian pada abad-20, penelitian berfokus pada pembungkus serat ( fiber) untuk mentransmisikan gambar, dengan peralatan utamanya ialah gastroscope di bidang kedokteran.

Sedangkan di Indonesia pemanfaatan Serat Optic, diawali dengan penggunaan jaringan Packet radio sederhana 1200bps. Adapula yang menggunakan walkie talkie khususnya diBandung dan Jakarta. Dimotori oleh BPPT (IPTEK-NET), UI, LAPAN & ITB, pada tahun 1992.

Pengertian dasar Serat optik sendiri merupakan kabel yang terbuat dari serat kaca murni atau plastik yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia dan dalam penggunaanya beberapa fiber optic dijadikan satu dalam sebuah tempat yang diinamakan kabel optic, fiber optic di buat dengan teknologi canggih dan mempunyai kecepatan transfer data yang lebih cepat dari pada kabel biasa, biasanya fiber optic digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahayadari suatu tempat ke tempat lain dan digunakan pada jaringan backbone ( tulang punggung ), karena dibutuhkan kecepatan yang lebih dalam pada jaringan, namun pada saat ini sudah banyak yang menggunakan fiber optic untuk jaringan biasa baik LAN, WAN, maupun MAN, karena memberikan dampak yang lebih pada kecepatan dan bandwith, karen fiber optic ini menggunakan bias cahaya untuk mentransfer data yang melewatinya. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.

Hal yang penting dalam Fiber Optic adalah proses penyambungan. Dalam proses penyambungan kabel fiber optik dibutuhkan alat khusus yang bernama FUSION SPLICER, alat ini digunakan untuk menyambung dua ujung fiber optic dengan menggunakan panas alat ini butuh ketelitian yang sangat tinggi, alat ini dilengkapi dengan alat pengukur karena setiap ingin menyambung dua sisi FO harus diukur terlebih dahulu dan ukurannya harus sama antara ujung A dan ujung B dan kedua ujung FO harus benar2 bersih (biasanya digunakan alcohol 95% dan tisu untuk membersihkan ujung FO yang sudah dikupas) karena apabila ada kotoran sedikit saja maka FUSION SPLICER tidak akan bisa digunakan alias menolak untuk melakukan penyambungan.

Fiber Optic paling banyak digunakan dalam bidang komunikasi (pengiriman data dan transaksi data)dikarenakan ketahanannya terhadap gangguan gelombang lektromagnet serta mempunyai bandwith yang lebar. Hal ini menyebabkan pengiriman data lebih cepat, selain itu Fiber Optic digunakan sebagai sensor, diantaranya dalam aplikasi infrastruktur transportasi, Beberapa jenis sensor tersebut antar lain Microbend sensor, Etalon sensor, dan Grating sensor, yang banyak dipasang di bangunan-bangunan, mesin-mesin, dan pembangunan jalan. Fiber Optik juuga digunakan dalam SCADA sistem, yaitu sebagai Distributed Temperature Sensing (DTS).

Di dalam Fiber Optic terdapat beberapa bagian yang perlu di ketahui :

  1. Core

Core merupakan kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optic, dimana pengiriman sinar dilakukan.

  1. Cladding

Cladding merupakan materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali kedalam inti ( core ).

  1. Buffer Coating

Buffer Coating adalah plastik pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.

Berikut adalah Jenis-jenis Fiber Optic :

  1. Single-mode fibers

Single-mode fibers Mempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah dengan panjang gelombang 1300-1550 nanometer.

  1. Multi-mode fibers

Multi-mode fibers Mempunyai inti yang lebih besar (berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer).

Proses Pembuatan Fiber Optic disebut dengn Modified chemical vapor deposition (MCVD). Silikon dan Germanium bereaksi dengan oksigen membentuk SiO2 dan GeO2, yang menyatu dan membentuk kaca, yang dilakukan secara otomatis dan memakan waktu beberapa jam.

Setelah proses pertama selesai preform dimasukkan kedalam fiber drawing tower. Kemudian dipanaskan 1900-2200 derajat celcius sampai meleleh. Lelehan tersebut jatuh melewati laser mikrometer sehingga preform membentuk benang.
Dilakukan proses coating dan UV Curing.
Cara kerja Fiber Optic diawali dengan adanya Sinar dalam fiber optik yang berjalan melalui inti secara memantul dari cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena cladding sama sekali tidak menyerap sinar dari inti. Akan tetapi dikarenakan ketidakmurnian kaca sinyal cahaya akan terdegradasi, ketahanan sinyal tergantung pada kemurnian kaca dan panjang gelombang sinyal.

Kelebihan dari Fiber Optic

  1. Apabila dilihat dari sudut ekonomi , Fiber Optic lebih Murah jikadibandingkan dengan kabel tembaga dalam panjang yang sama.
  2. Mempunyai ukuran yang lebih tipis dan mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga.
  3. Mempunyai bandwith yang lebih besar, sehingga bit rate-nya lebih tinggi.
  4. Saluran FO rnenawarkan tingkat keamanan data yang lebih tinggi daripadasistem konvensional. Hal ini membuat saluran FO sulit untuk disadap dan saluran ini tidak mengeluarkan radiasi.
  5. Tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnet
  6. Memiliki Kapasitas lebih besar dengan Sinyal degradasi lebih kecil.
  7. Tidak mudah terbakar
  8. Tidak mengalirkan listrik
  9. Fleksibel
  10. Dan menggunakan Sinyal digital.
  11. Tingkat kemungkinan hilangnya data yang sangat rendah

BAca Juga :